Siapa di Balik Kelompok ISIS di Afghanistan?!

Siapa di Balik Kelompok ISIS di Afghanistan?! Penulis: Muhammad Salim al-Haqqani Kemunculan kelompok ISIS di Afghanistan bukanlah peristiwa ...


Siapa di Balik Kelompok ISIS di Afghanistan?!

Penulis: Muhammad Salim al-Haqqani

Kemunculan kelompok ISIS di Afghanistan bukanlah peristiwa kebetulan yang lewat begitu saja, bukan pula hasil alamiah dari konteks lokal. Melainkan, ia hadir di tengah lanskap regional yang rumit, di mana kalkulasi intelijen saling berkelindan dengan proyek-proyek yang memanfaatkan kekacauan. Sejak awal pendudukan Amerika, kelompok ini telah berubah menjadi alat benturan internal yang digunakan untuk memukul kekuatan perlawanan, serta memetakan ulang formula konflik demi melayani kepentingan pihak-pihak regional dan internasional tertentu.

Selama bertahun-tahun masa pendudukan, kelompok ISIS mengintensifkan serangan mereka terhadap kamp-kamp dan garis depan pertahanan Imarah Islam, terutama di provinsi Nangarhar dan Kunar, di mana wilayah-wilayah tersebut menyaksikan pertempuran yang paling sengit. Di saat Imarah Islam sedang sibuk memerangi penjajah Amerika dan sekutunya, pada awalnya mereka mencoba menghindari pembukaan front pertempuran internal. Mereka memberikan nasihat dan arahan kepada orang-orang yang bergabung dengan ISIS, sebagai upaya untuk menetralisir kelompok ini dan mencegah terkurasnya energi dalam pertempuran sekunder.

Namun, kelompok ISIS, yang sejak awal berdirinya diarahkan untuk menjadi musuh bagi pihak perlawanan ketimbang menjadi musuh bagi pihak penjajah, memilih untuk meningkatkan eskalasi terhadap Imarah Islam. Langkah ini sering kali bertepatan dengan serangan udara Amerika dan operasi darat oleh pasukan Barat serta tentara dari pemerintahan sebelumnya. Pada saat itulah Imarah Islam terpaksa mengubah kebijakannya. Mereka mengobarkan pertempuran luas melawan kelompok pengacau ini, berhasil merebut kembali wilayah yang sangat luas, dan hampir menumpasnya secara total, jika saja tidak ada intervensi dari pemerintah boneka saat itu, yang mengevakuasi anggota ISIS yang menyerahkan diri melalui jalur udara ke Kabul.

Menjelang penarikan mundur pasukan penjajah Amerika, salah satu kejahatan politik dan keamanan paling berbahaya dilakukan, yaitu dengan membebaskan anggota ISIS yang sempat terkepung di Nangarhar dan Kunar. Dengan tindakan ini, pihak penjajah meninggalkan bom waktu yang memicu tantangan baru bagi Imarah Islam pasca-pembebasan, yang bermanifestasi dalam bentuk pengejaran terhadap sisa-sisa anggota kelompok tersebut yang melarikan diri dari penjara.

Meskipun ISIS meningkatkan serangannya di Kabul, Herat, Balkh, Nangarhar, dan Kunar, Imarah Islam berhasil membongkar sel-sel mereka, menggerebek persembunyiannya, dan menangkap sejumlah besar anggotanya, sementara sisanya melarikan diri ke dalam wilayah Pakistan, yang merupakan titik tolak pertama bagi kelompok ini.

Fakta-fakta dan pengakuan yang ada menunjukkan bahwa kemunculan ISIS-Khurasan berakar dari kamp-kamp di wilayah suku-suku Pakistan, di mana para militan yang memiliki rekam jejak kriminal berkumpul dan membaiat seorang pria bernama Hafiz Saeed, sebelum akhirnya mereka berpindah ke Afghanistan dan mengumumkan baiat mereka kepada Abu Bakar al-Baghdadi di bawah nama "Wilayah Khurasan". Sejak saat itu, penargetan terhadap Imarah Islam menjadi prioritas yang jelas bagi kelompok ini.

Pengakuan dari para anggota ISIS yang ditangkap menegaskan bahwa perencanaan sebagian besar serangan dilakukan di dalam wilayah Pakistan, di daerah-daerah seperti Balochistan, Karachi, dan Khyber Pakhtunkhwa. Selain itu, kepemimpinan ISIS-Khurasan, yang dipimpin oleh Sanaullah Ghafari (al-Muhajir), berbasis di dalam Pakistan, di mana intelijen Pakistan menyediakan rumah singgah yang aman, kamp pelatihan, serta fasilitas logistik bagi mereka. Dari sanalah operasi-operasi yang menargetkan Afghanistan dan negara-negara tetangga dijalankan.

Aktivitas ISIS tidak terbatas pada wilayah domestik Afghanistan saja, melainkan meluas hingga ke Asia Tengah dan Tiongkok, selaras dengan rencana-rencana yang dirancang di dalam markas-markas intelijen Pakistan. Dalam konteks ini, serangan yang menargetkan para pekerja tambang di dalam wilayah Tajikistan dekat perbatasan Afghanistan menjadi sorotan. Investigasi menegaskan bahwa serangan tersebut direncanakan di dalam Pakistan dengan tujuan untuk memperkeruh hubungan antara Kabul dan Dushanbe, pada momen yang sebenarnya sedang menyaksikan pendekatan diplomatik yang mencolok.

Perkembangan terakhir di dalam internal kelompok ISIS juga mengungkap adanya konflik internal yang akut, yang berakhir dengan penangkapan juru bicara resmi kelompok tersebut, Sultan Aziz Azzam, oleh otoritas Pakistan. Penangkapan ini bertepatan dengan kunjungan Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan ke Amerika Serikat. Sinkronisasi waktu ini bukanlah suatu kebetulan, melainkan mencerminkan pola yang berulang dalam politik Pakistan: mengorbankan beberapa alat perpanjangan tangan ketika tekanan internasional meningkat, sembari tetap mempertahankan struktur dasar untuk pemanfaatan intelijen.
Pendekatan ganda yang diterapkan oleh Pakistan, dengan menggabungkan klaim memerangi "terorisme" sekaligus membina kelompok-kelompok bersenjata dan menggunakannya secara selektif, adalah salah satu faktor paling menonjol di balik berlanjutnya kekerasan dan ketidakstabilan di kawasan. Kelompok-kelompok bersenjata, dalam sudut pandang ini, tidak dinilai berdasarkan prinsip, melainkan sejauh mana mereka memberikan layanan bagi kepentingan geopolitik.

Pakistan tidak akan melihat ISIS-Khurasan sebagai ancaman yang nyata kecuali jika kelompok tersebut kehilangan nilai fungsinya, atau ketika tekanan internasional mencapai tingkat yang mengharuskan adanya tindakan nyata secara terbuka. Hingga saat itu tiba, kelompok ini akan tetap menjadi alat yang digunakan sebagai kartu tekanan, dan ujung tombak yang akan diarahkan kapan pun ketika kebutuhan mendesak.

Stabilitas Afghanistan dan kawasan tidak akan terwujud kecuali jika pendekatan ini dibongkar, dihadapi dengan kesadaran politik serta keamanan, dan diakhirinya penggunaan kelompok-kelompok ekstremis sebagai alat dalam konflik antarnegara. Terorisme yang dipabrikasi tidak hidup di ruang hampa, melainkan di bawah naungan pembinaan. Dan ketika pembinaan ini dicabut, topeng itu akan jatuh, lalu lanskap tersebut akan tersingkap pada hakikat yang sebenarnya.

Majalah Al Somood Edisi 242

https://www.alsomood.af/%d9%85%d9%86-%d9%88%d8%b1%d8%a7%d8%a1-%d8%af%d8%a7%d8%b9%d8%b4%d8%9f/

COMMENTS

Nama

Afghanistan,45,Aksi,1,Artikel,74,Buletin Kabar Dunia Islam,1,Data Kebiadaban Israel,5,Daulah Utsmaniyah,1,Doa,8,Dokumenter Perjuangan Palestina,13,Dukungan Untuk Palestina,10,Dukungan untuk Perjuangan Palestina,57,Duta Besar Palestina,5,Ebook,32,Fatwa Boikot,8,Film Dokumenter Palestina,11,Hamas,30,Ikhwanul Muslimin,10,Isi Buku,4,Israel,4,Isu Syiah,4,Kajian,15,Karya Ilmiah,7,Kecerdasan Tak Lazim,6,Kesaksian Musuh,1,Kisah Syuhada,3,Laporan Strategis Palestina,3,Lembaga Kemanusiaan,1,Markaz Al-Imam Al-Albani Yordania,2,Membongkar Hoaks,2,Menjawab Syubhat,4,Palestina-Diaspora,2,Palestina-Jalur Gaza,11,Palestina-Tepi Barat,3,Survei,4,Takfir,1,Thaliban,45,Tulisan Ustadz Budi Ashari,67,Ulama-Ustadz-Akademisi,117,Ustadz Budi Ashari,68,Video,66,Wawancara,5,
ltr
item
Ya-Aqsha Media: Siapa di Balik Kelompok ISIS di Afghanistan?!
Siapa di Balik Kelompok ISIS di Afghanistan?!
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiJJV_kj1R3SkQo_PQnkcF4ANbK-LgVjd95TOZzuP8-5kT7Y_vnjA54oyNou9aT8Szo_sMQ78IPvlcOERXpdGSFcEeit1_TL-DOIk2SYXPIneBXvlAuGF2MySdCskKFqYApaZmjjqIko-TLHHJQeO8LTKIda0QT4FZooM_xdMrTBUj6GfpyzspcWt0bC0gY/w640-h360/Siapa%20di%20Balik%20Kelompok%20ISIS%20di%20Afghanistan.png
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiJJV_kj1R3SkQo_PQnkcF4ANbK-LgVjd95TOZzuP8-5kT7Y_vnjA54oyNou9aT8Szo_sMQ78IPvlcOERXpdGSFcEeit1_TL-DOIk2SYXPIneBXvlAuGF2MySdCskKFqYApaZmjjqIko-TLHHJQeO8LTKIda0QT4FZooM_xdMrTBUj6GfpyzspcWt0bC0gY/s72-w640-c-h360/Siapa%20di%20Balik%20Kelompok%20ISIS%20di%20Afghanistan.png
Ya-Aqsha Media
https://ya-aqsha.blogspot.com/2026/07/siapa-di-balik-kelompok-isis-di.html
https://ya-aqsha.blogspot.com/
https://ya-aqsha.blogspot.com/
https://ya-aqsha.blogspot.com/2026/07/siapa-di-balik-kelompok-isis-di.html
true
1607972164486125252
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content