Pertemuan Berharga Para Ulama Umat (Catatan Atas Ijtima' Ulama Se-Afghanistan pada Desember 2025)

Pertemuan Berharga Para Ulama Umat (Catatan Atas Ijtima' Ulama Se-Afghanistan pada Desember 2025) Penulis: Ahmad Khatiri Para ulama yang...


Pertemuan Berharga Para Ulama Umat (Catatan Atas Ijtima' Ulama Se-Afghanistan pada Desember 2025)

Penulis: Ahmad Khatiri

Para ulama yang mulia adalah pemimpin dan rujukan bagi umat Islam. Mereka di setiap zaman membimbing umat Islam ke jalan yang benar, serta memainkan peran penting dalam perbaikan individu dan masyarakat. Mereka juga menjelaskan kebenaran dalam isu-isu perkara besar bagi negeri-negeri Islam, dan memberikan petunjuk dengan berlandaskan pada penjagaan tanah Islam, serta pemeliharaan kepentingan dan kemaslahatan tertinggi umat.

Umat Islam, khususnya rakyat Afghanistan, telah terbiasa mendengarkan dan mengamalkan bimbingan para ulama mereka dalam segala urusan, serta menjalani kehidupan mereka sesuai dengan arahan-arahan tersebut. Pada setiap fase, mereka memulai jihad dengan fatwa para ulama dalam menghadapi para agresor penjajah, dan dengan pertolongan Allah Ta'ala, mereka telah mengalahkan setiap penguasa zhalim di dunia, sebagaimana terbukti dalam kekalahan Inggris, kemudian Uni Soviet, lalu Amerika, yang merupakan contoh nyata yang tak dapat disangkal.

Di tengah munculnya berbagai pertanyaan mengenai hukum syar'i untuk membela kehormatan tanah air ketika dilanggar, serta mengenai hukum melindungi dan mendukung secara penuh sistem Islam yang sedang berkuasa, telah digelar pada hari Rabu, bertepatan dengan tanggal 19 bulan Qaws tahun 1404 H.Sy (10 Desember 2025 M) di ibu kota Kabul, sebuah pertemuan akbar yang dihadiri oleh ribuan ulama terkemuka dan terkenal dari berbagai penjuru negeri.

Dan saya akan memaparkan, sebagai salah satu peserta dalam pertemuan ini, tujuan-tujuannya, gambaran langsungnya, ringkasan pidato-pidato yang disampaikan di dalamnya, serta teks pernyataan akhir yang dikeluarkan.

Pertama: Tujuan Pertemuan

Tujuan utama dari konsensus keagamaan ini terangkum dalam dua poin utama:

Pertama:
Bahwa pelanggaran terhadap kehormatan dan kedaulatan tanah Afghanistan, dari pihak mana pun, dan dengan nama atau judul apa pun, mewajibkan rakyat Afghanistan yang gagah berani untuk memberikan tanggapan militer dan jihad perang, yang merupakan jihad fardhu 'ain, sebagaimana halnya dalam menghadapi Uni Soviet kemudian Amerika Serikat dan aliansi NATO. Dan setiap mujahid yang gugur dalam membela tanah air dan kehormatan negerinya dianggap sebagai syahid yang mulia.

Masalah ini telah diputuskan secara ijma' (konsensus) di antara para ulama yang mulia, dengan berlandaskan pada nas-nas syar'i yang jelas.

Kedua:
Bahwa melindungi sistem Islam yang sedang berkuasa dan mendukungnya secara penuh adalah kewajiban agama bagi seluruh rakyat Afghanistan, serta berupaya memperkuat dan memantapkannya adalah ibadah dan jihad. Sesungguhnya keberadaan sistem syar'i yang independen di abad ke-14 Hijriah, di mana hak-hak rakyat dijaga, dan hudud serta hukum-hukum Allah diterapkan, merupakan hal yang sangat langka di dunia; dan oleh karena itu, menjaganya adalah tanggung jawab besar yang harus ditunaikan oleh semua pihak, rakyat biasa maupun elite, tanpa sedikit pun pengabaian atau kelalaian.

Pertemuan ini telah berkontribusi dalam meningkatkan moral para mujahid dan rakyat yang berjihad, serta memberikan mereka tekad yang kuat dan keberanian yang besar, agar mereka siap memberikan tanggapan yang menentukan pada waktu yang tepat terhadap setiap agresor penjajah, sehingga hal tersebut menjadi pelajaran bagi generasi musuh yang berganti-ganti.

Kedua: Gambaran Langsung Pertemuan

Dalam pertemuan ini, para ulama besar dari seluruh provinsi dan pelosok negeri, serta dari berbagai suku dan bahasa, turut berpartisipasi, termasuk para Masyayikh, direktur madrasah-madrasah besar, dan tokoh-tokoh agama suku. Tanda-tanda keikhlasan, kejujuran, dan kedalaman rasa terhadap penderitaan umat tampak jelas di wajah mereka.

Pertemuan ini memiliki karakter yang murni bersifat merakyat, tanpa kehadiran yang mencolok dari perwakilan lembaga militer, dan para peserta menunjukkan antusiasme yang besar untuk membela tanah air dan sistem Islam, serta memberikan arahan yang benar kepada rakyat untuk melindungi tanah dan nilai-nilai Islam.

Pertemuan dimulai pada pukul delapan pagi, dan berlanjut sepanjang hari, dengan istirahat singkat untuk shalat Zhuhur dan makan siang, serta berakhir menjelang shalat Ashar dengan konsensus para ulama untuk mengeluarkan pernyataan akhir, yang teksnya dibacakan dalam dua bahasa nasional: Pashto dan Persia.

Ketiga: Ringkasan Pidato

1) Pidato seorang ulama besar dari Provinsi Kabul (Pembukaan):
Menjelaskan tujuan utama pertemuan, yaitu membela tanah air dan sistem Islam, serta menjaga kebebasan dan kemerdekaan. Ia mengingatkan tentang sebab-sebab runtuhnya kekhalifahan Islam terdahulu (Umayyah, Abbasiyah, dan Utsmaniyah), serta mengajak untuk mengambil pelajaran darinya.

Ia juga menjelaskan bahwa jihad 20 tahun melawan Amerika dan NATO memiliki dua tujuan: mengusir penjajah dan menegakkan pemerintahan Islam.

Ia membandingkan antara sistem pendudukan dan sistem Islam yang sedang berkuasa, dengan menjelaskan bahwa ulama yang dahulu diancam dan dipenjara karena mengatakan kebenaran di masa pendudukan, kini dimuliakan di bawah sistem Islam.

Ia menegaskan bahwa membela tanah air saat terjadi agresi adalah fardhu 'ain, menekankan kewajiban menaati pemimpin syar'i, dan bahwa perkataannya didahulukan saat terjadi pertentangan, serta menanyakan hukum keluar untuk berjihad tanpa izin pemimpin.

2) Pidato ulama lain dari Kabul:
Ia mengajak para ulama untuk membela Imarah Islam melalui mimbar-mimbar, madrasah-madrasah, dan masjid-masjid. Kemudian ia menyebutkan kalimat-kalimat bermakna dari kitab-kitab samawi:
• Dari Taurat: "Barangsiapa merasa cukup, ia akan kenyang"
• Dari Injil: "Barangsiapa mengasingkan diri, ia akan selamat"
• Dari Zabur: "Barangsiapa berdiam diri, ia akan selamat"
• Dari Al-Qur'anul Karim:
﴿وَمَن يَعْتَصِم بِاللَّهِ فَقَدْ هُدِيَ إِلَىٰ صِرَاطٍ مُّسْتَقِيمٍ﴾
"Dan barangsiapa berpegang teguh kepada (agama) Allah, maka sungguh, dia telah diberi petunjuk kepada jalan yang lurus."

3) Pidato seorang ulama besar dari Provinsi Helmand:
Ia menegaskan bahwa membela tanah air dan sistem Islam adalah kewajiban bagi setiap Muslim, bahwa memerangi agresor penjajah adalah jihad syar'i, dan para mujahid yang gugur syahid di jalan ini adalah syuhada yang sebenar-benarnya, dengan berdalilkan nash-nash syar'i yang tegas.

4) Pidato ulama lain dari Helmand:
Ia menekankan persatuan umat Islam, menganggap shalat sebagai model persatuan, serta menjelaskan pentingnya penunjukkan pemimpin syar'i. Ia menegaskan bahwa syarat-syarat imarah terpenuhi pada Amirul Mu'minin hafizhahullah, dan bahwa tanggapan terhadap agresor penjajah dimulai dengan nasihat, jika tidak mau jera maka dengan kekuatan yang mencegah.
Dan ia berkata dalam ungkapan yang menyentuh:
"Jasad kami mungkin lelah, namun tekad kami tidak akan melemah."

5) Pidato seorang ulama dari Provinsi Sar-e Pol:
Pidatonya berfokus pada sebab-sebab stabilitas negara, yang paling utama adalah:
• Keterkaitan dengan masa lalu dan mengambil pelajaran dari perselisihan terdahulu
• Mengambil sebab-sebab materi dan spiritual sebagai ketaatan pada firman Allah Ta'ala: ﴿وَأَعِدّوا﴾ "Dan siapkanlah..."

Keempat: Teks Pernyataan Akhir

Bismillahirrahmanirrahim
Pernyataan Pertemuan Ulama untuk Membela Sistem Islam dan Menjaga Kehormatan Tanah Air 

Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam, shalawat dan salam semoga tercurah kepada penghulu para rasul, serta kepada keluarga dan seluruh sahabatnya. Amma ba'du:

Sesungguhnya Allah Ta'ala telah membebankan kepada umat Islam untuk menjaga sistem Islam syar'i mereka, dan mewajibkan mereka dalam masalah ini untuk merujuk kepada para ulama rabbani, serta menjalani segala urusan mereka di bawah cahaya petunjuk dan bimbingan mereka. Sebagaimana para ulama yang mulia juga dibebankan secara syar'i untuk memberikan pendapat dan nasihat tulus mereka, demi mewujudkan kebaikan sistem Islam dan keselamatan rakyat yang beriman.

Dan berdasarkan hal tersebut, maka kami para ulama, mufti, dan Masyayikh yang berpartisipasi dalam pertemuan ini, yang datang dari berbagai penjuru Afghanistan, dan pertemuan ini digelar untuk membela dan menjaga sistem Islam, mengumumkan pernyataan akhir kami sebagai berikut:

Pertama:
Bahwa Imarah Islam Afghanistan adalah sistem syar'i, yang lahir sebagai hasil dari pengorbanan rakyat Afghanistan yang berlanjut selama beberapa dekade, mulai dari jihad, hijrah, kesyahidan, dan perjuangan yang berkelanjutan. Berdirinya sistem ini telah terwujud dengan pertolongan Allah Ta'ala, dan dukungan rakyat yang beriman, sehingga Afghanistan dibebaskan, kemerdekaannya dipulihkan, syariat Allah ditegakkan di dalamnya, keamanan tersebar merata, dan persatuan di antara putra-putra umat terwujud. Dan di bawah sistem ini, nilai-nilai agama seluruh rakyat terjaga; dan oleh karena itu, kami menganggap sistem ini sebagai sistem yang baik dan sah, serta memandang bahwa ketaatan kepadanya wajib dan mengikat bagi diri kami sendiri dan seluruh anak bangsa. Dan sebagaimana menegakkan sistem Islam adalah kewajiban agama, maka membela dan menjaganya adalah kewajiban dan fardhu bagi umat Islam.

Kedua:
Bahwa membela hak-hak, nilai-nilai, dan sistem syar'i adalah kewajiban yang mengikat bagi setiap Muslim, dan jika Afghanistan menghadapi agresi eksternal, atau kehormatan umat Islam dilanggar, maka membela sistem, tanah air, dan nilai-nilai menjadi fardhu 'ain bagi seluruh rakyat Afghanistan, dan pembelaan ini dianggap sebagai jihad suci. Dan sebagaimana rakyat kami sepanjang sejarah berdiri dalam satu barisan menghadapi setiap agresor penjajah, maka di masa depan mereka akan berdiri, dengan pertolongan Allah, dengan teguh dalam barisan jihad suci dalam menghadapi agresi apa pun.

Ketiga:
Dan mengingat Imarah Islam Afghanistan telah berjanji untuk tidak membiarkan tanah Afghanistan digunakan untuk merugikan negara lain mana pun, maka seluruh umat Islam wajib mematuhi janji ini secara penuh, dan tidak menggunakan tanah Afghanistan untuk merugikan pihak lain. Ketaatan pada janji ini adalah kewajiban syar'i, dan barangsiapa melanggarnya dianggap sebagai pendosa yang membangkang, dan Imarah Islam berhak mengambil tindakan yang diperlukan terhadapnya.

Keempat:
Dan mengingat pemimpin syar'i tidak memberikan izin kepada siapa pun dari rakyat Afghanistan untuk keluar negeri guna melakukan aktivitas militer, maka barangsiapa melakukan hal tersebut, perbuatannya tidak dibenarkan secara syar'i, dan Imarah Islam wajib mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mencegah tindakan semacam itu.

Kelima:
Sesungguhnya kemuliaan dan martabat umat Islam terletak pada persatuan dan kesatuan mereka, dan seluruh umat Islam serta negara-negara Islam wajib membangun hubungan persaudaraan yang baik dan konstruktif di antara mereka, saling memberikan manfaat, serta menghindari perselisihan, konflik, dan peperangan. Sebagaimana para ulama yang mulia wajib menjelaskan hal-hal ini kepada masyarakat melalui mimbar-mimbar mereka, dan membimbing umat menuju apa yang mengandung kebaikan dan kemaslahatan.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Dikeluarkan pada:
19 / 6 / 1447 Hijriyah 
19 / 9 / 1404 H.Sy
10 / 12 / 2025 Masehi

Pertemuan bersejarah ini berputar pada poros-poros utama, yang paling menonjol adalah: membela sistem Islam yang sedang berkuasa, menjaga tanah air dan nilai-nilai, kewajiban jihad melawan agresor penjajah, ketaatan kepada pemimpin syar'i, menepati janji, mewujudkan persatuan umat, serta menghindari fitnah dan pertumpahan darah.

Para ulama yang berpartisipasi telah mengungkapkan tekad yang bulat untuk membela tanah air dan sistem Islam, dan pertemuan ditutup dengan doa panjang yang khusyuk, di mana air mata bercampur dengan telapak tangan yang terangkat memohon kepada Allah Ta'ala.

Kami memohon kepada Allah agar melanggengkan sistem Islam, dan menghinakan serta memalukan para musuh.
Aamiin, Ya Rabbal 'alamin.

Majalah Al Somood Edisi 242

https://www.alsomood.af/%d8%a7%d8%ac%d8%aa%d9%85%d8%a7%d8%b9%d9%8c-%d9%82%d9%8a%d9%90%d9%91%d9%85-%d9%84%d8%b9%d9%84%d9%85%d8%a7%d8%a1-%d8%a7%d9%84%d8%a3%d9%85%d8%a9/

COMMENTS

Nama

Afghanistan,45,Aksi,1,Artikel,74,Buletin Kabar Dunia Islam,1,Data Kebiadaban Israel,5,Daulah Utsmaniyah,1,Doa,8,Dokumenter Perjuangan Palestina,13,Dukungan Untuk Palestina,10,Dukungan untuk Perjuangan Palestina,57,Duta Besar Palestina,5,Ebook,32,Fatwa Boikot,8,Film Dokumenter Palestina,11,Hamas,30,Ikhwanul Muslimin,10,Isi Buku,4,Israel,4,Isu Syiah,4,Kajian,15,Karya Ilmiah,7,Kecerdasan Tak Lazim,6,Kesaksian Musuh,1,Kisah Syuhada,3,Laporan Strategis Palestina,3,Lembaga Kemanusiaan,1,Markaz Al-Imam Al-Albani Yordania,2,Membongkar Hoaks,2,Menjawab Syubhat,4,Palestina-Diaspora,2,Palestina-Jalur Gaza,11,Palestina-Tepi Barat,3,Survei,4,Takfir,1,Thaliban,45,Tulisan Ustadz Budi Ashari,67,Ulama-Ustadz-Akademisi,117,Ustadz Budi Ashari,68,Video,66,Wawancara,5,
ltr
item
Ya-Aqsha Media: Pertemuan Berharga Para Ulama Umat (Catatan Atas Ijtima' Ulama Se-Afghanistan pada Desember 2025)
Pertemuan Berharga Para Ulama Umat (Catatan Atas Ijtima' Ulama Se-Afghanistan pada Desember 2025)
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhUJFmX3iSo4uTL6ehpQDAqBDa_KHxzFLHkfnJ2K3eagPRScIN8iEBqn_zoi16TosoW-fNyED1iOrKnWX6ot7VkPj8pABvjvAzhHY46CfTgnaMrYkJcwpsgi2PzAoQWWk465ZFbQhcoeZEZWiscoFYHxg4n8U1-gLHeRu0Ixs_4SePdiKKPVXbNBFjKVqiE/w640-h360/Pertemuan%20Berharga%20Para%20Ulama%20Umat.png
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhUJFmX3iSo4uTL6ehpQDAqBDa_KHxzFLHkfnJ2K3eagPRScIN8iEBqn_zoi16TosoW-fNyED1iOrKnWX6ot7VkPj8pABvjvAzhHY46CfTgnaMrYkJcwpsgi2PzAoQWWk465ZFbQhcoeZEZWiscoFYHxg4n8U1-gLHeRu0Ixs_4SePdiKKPVXbNBFjKVqiE/s72-w640-c-h360/Pertemuan%20Berharga%20Para%20Ulama%20Umat.png
Ya-Aqsha Media
https://ya-aqsha.blogspot.com/2026/07/pertemuan-berharga-para-ulama-umat.html
https://ya-aqsha.blogspot.com/
https://ya-aqsha.blogspot.com/
https://ya-aqsha.blogspot.com/2026/07/pertemuan-berharga-para-ulama-umat.html
true
1607972164486125252
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content