Ketika Iman Menang atas Kekaisaran (Catatan Atas Kekalahan Uni Soviet di Afghanistan)

Ketika Iman Menang atas Kekaisaran (Catatan Atas Kekalahan Uni Soviet di Afghanistan) Oleh: Syafiullah  Pada hari seperti ini, 37 tahun yang...


Ketika Iman Menang atas Kekaisaran (Catatan Atas Kekalahan Uni Soviet di Afghanistan)

Oleh: Syafiullah 

Pada hari seperti ini, 37 tahun yang lalu, sebuah lembaran hitam dalam sejarah pendudukan dan kehancuran telah ditutup, ketika pasukan invasi Uni Soviet terpaksa mundur dari tanah Afghanistan yang terluka, setelah hampir satu dekade penuh penindasan dan pertumpahan darah, melancarkan pembantaian terhadap rakyat tak bersalah, menghancurkan desa dan kota, meratakan infrastruktur, serta meruntuhkan sendi-sendi stabilitas dan kehidupan.

Tahun-tahun tersebut bukanlah sekadar perang militer, melainkan sebuah tragedi kemanusiaan yang menyeluruh; jutaan rakyat Afghanistan gugur sebagai syuhada, puluhan ribu lainnya mengalami cacat permanen, dan jutaan jiwa terpaksa mengungsi di dalam maupun luar negeri. Afghanistan berubah menjadi lautan puing, dirusak oleh hujan bom, dan terbebani oleh kemiskinan, keyatiman, kedudaan, serta keterpencilan. Satu dekade penuh penderitaan, namun dalam timbangan sejarah, ia merupakan masa persalinan yang amat sulit untuk melahirkan sebuah kemenangan yang agung.

Jihad rakyat Afghanistan, atas karunia Allah Azza wa Jalla, telah memaksa kekuatan adidaya ini untuk mengakui kekalahan bersejarah yang belum pernah terjadi sebelumnya. Sebuah kekalahan yang tidak hanya bersifat militer, melainkan juga politik, ekonomi, psikologis, dan moral; yang mengguncang sendi-sendi pengambil keputusan di Moskow, serta menjadikan keberadaan Tentara Merah di Afghanistan sebagai hal yang mustahil dipertahankan di segala lini: pertahanan, politik, ekonomi, maupun sosial.

Sang mujahid Afghanistan, dengan keimanan, kesederhanaan, dan senjata yang sederhana, telah berdiri tegak menghadapi salah satu kekuatan militer kekaisaran paling kejam di abad ke-20. Ia menggagalkan rencana ekspansionisnya, meruntuhkan proyek-proyek kolonialnya, dan memaksa pasukan musuh mundur dalam ketakutan menuju perbatasan utara, melintasi pos Hairatan, dalam sebuah pemandangan yang akan kekal abadi dalam ingatan bangsa-bangsa yang merdeka.

Kisah kepahlawanan bersejarah ini pun berakhir dengan ditarik mundurnya tentara Soviet terakhir dari tanah Afghanistan, yang dipimpin oleh Jenderal Boris Gromov. Ia melintasi Jembatan Hairatan dengan berjalan kaki, dalam sebuah gambaran simbolis yang merangkum makna kekalahan dan kehancuran, padahal sebelumnya pasukan mereka mengira bahwa Afghanistan hanya akan menjadi sebuah jalan-jalan militer dan ladang pengaruh yang permanen.

Dampak dari jihad ini tidak berhenti di perbatasan Afghanistan, melainkan meluas hingga mempengaruhi geopolitik seluruh dunia. Kemenangan ini menjadi awal dari keruntuhan nyata sistem militer, politik, dan ekonomi yang menopang Uni Soviet, serta membuka jalan bagi pembubarannya dan jatuhnya dari jajaran negara-negara adidaya, dalam salah satu transformasi terbesar dalam sejarah modern.

Peringatan atas kekalahan Soviet di Afghanistan bukanlah sekadar peristiwa sejarah, melainkan sebuah pesan peradaban, aqidah, dan politik. Pesannya adalah bahwa bangsa yang meyakini perjuangannya, berakar kuat pada identitasnya, dan perkasa dengan aqidahnya, mampu atas izin Allah mengalahkan kekaisaran paling kejam sekalipun, betapapun besarnya kekuatan mereka, dan betapapun banyaknya senjata, teknologi, serta pasukan yang mereka miliki.

Ini adalah pelajaran abadi tentang makna keteguhan, makna perlawanan, dan makna keimanan ketika ia bertransformasi menjadi kekuatan pengubah arah sejarah.

Ia adalah kemenangan bagi kehendak, sebelum menjadi kemenangan bagi senjata.

Dan ia menjadi saksi bahwa darah yang suci tidak akan pernah sia-sia, dan pengorbanan umat yang merdeka tidak akan pernah berakhir hampa.

Salam sejahtera untuk para syuhada Afghanistan,

Salam sejahtera untuk para mujahidnya,

Salam sejahtera untuk sebuah bangsa yang telah menuliskan dengan darahnya sebuah lembaran abadi dalam catatan martabat mulia umat,

Yang judulnya akan terus dibaca selamanya:

Di sinilah sang kekaisaran runtuh… dan keteguhan pun menang.

Majalah Al Somood Edisi 243

https://www.alsomood.af/%d8%ad%d9%8a%d9%86-%d8%a7%d9%86%d8%aa%d8%b5%d8%b1-%d8%a7%d9%84%d8%a5%d9%8a%d9%85%d8%a7%d9%86-%d8%b9%d9%84%d9%89-%d8%a7%d9%84%d8%a5%d9%85%d8%a8%d8%b1%d8%a7%d8%b7%d9%88%d8%b1%d9%8a%d8%a9/

COMMENTS

Nama

Afghanistan,43,Aksi,1,Artikel,74,Buletin Kabar Dunia Islam,1,Data Kebiadaban Israel,5,Daulah Utsmaniyah,1,Doa,8,Dokumenter Perjuangan Palestina,13,Dukungan Untuk Palestina,10,Dukungan untuk Perjuangan Palestina,57,Duta Besar Palestina,5,Ebook,32,Fatwa Boikot,8,Film Dokumenter Palestina,11,Hamas,30,Ikhwanul Muslimin,10,Isi Buku,4,Israel,4,Isu Syiah,4,Kajian,15,Karya Ilmiah,7,Kecerdasan Tak Lazim,6,Kesaksian Musuh,1,Kisah Syuhada,3,Laporan Strategis Palestina,3,Lembaga Kemanusiaan,1,Markaz Al-Imam Al-Albani Yordania,2,Membongkar Hoaks,2,Menjawab Syubhat,4,Palestina-Diaspora,2,Palestina-Jalur Gaza,11,Palestina-Tepi Barat,3,Survei,4,Takfir,1,Thaliban,43,Tulisan Ustadz Budi Ashari,67,Ulama-Ustadz-Akademisi,116,Ustadz Budi Ashari,68,Video,66,Wawancara,5,
ltr
item
Ya-Aqsha Media: Ketika Iman Menang atas Kekaisaran (Catatan Atas Kekalahan Uni Soviet di Afghanistan)
Ketika Iman Menang atas Kekaisaran (Catatan Atas Kekalahan Uni Soviet di Afghanistan)
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgwfVvShf99cjtZVtCEFEJL3NACURCBVmbuGdS7DX5x83B7PrUXLIOKoS37T7r55lgo2LsSyE0KkEwEaLfHC7Wlv0GwkHHZ1Ny3j8LYVci7xKLtJCDNLIWm8ZAET2sojXgUi0l4iaxBsaP4zz9xtRD3wFqbZt2ORHBY6ahhS05lWKRCxs4qA0kyRwCkhrMq/w640-h360/Ketika%20Iman%20Menang%20atas%20Kekaisaran%20(Catatan%20Atas%20Kekalahan%20Uni%20Soviet%20di%20Afghanistan).png
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgwfVvShf99cjtZVtCEFEJL3NACURCBVmbuGdS7DX5x83B7PrUXLIOKoS37T7r55lgo2LsSyE0KkEwEaLfHC7Wlv0GwkHHZ1Ny3j8LYVci7xKLtJCDNLIWm8ZAET2sojXgUi0l4iaxBsaP4zz9xtRD3wFqbZt2ORHBY6ahhS05lWKRCxs4qA0kyRwCkhrMq/s72-w640-c-h360/Ketika%20Iman%20Menang%20atas%20Kekaisaran%20(Catatan%20Atas%20Kekalahan%20Uni%20Soviet%20di%20Afghanistan).png
Ya-Aqsha Media
https://ya-aqsha.blogspot.com/2026/07/ketika-iman-menang-atas-kekaisaran.html
https://ya-aqsha.blogspot.com/
https://ya-aqsha.blogspot.com/
https://ya-aqsha.blogspot.com/2026/07/ketika-iman-menang-atas-kekaisaran.html
true
1607972164486125252
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content