Apa Rahasia di Balik Stabilitas Mata Uang Afghanistan?!

Apa Rahasia di Balik Stabilitas Mata Uang Afghanistan?! Penulis: Zainuddin Al-Baluchi Salah satu indikator yang menunjukkan pencapaian nyata...


Apa Rahasia di Balik Stabilitas Mata Uang Afghanistan?!

Penulis: Zainuddin Al-Baluchi

Salah satu indikator yang menunjukkan pencapaian nyata dalam sektor ekonomi suatu negara adalah stabilitas nilai tukar mata uang nasionalnya terhadap mata uang-mata uang asing utama di dunia, serta kestabilan dan pertumbuhannya yang berkelanjutan. Hal ini mencerminkan kebijakan yang bijaksana dari negara tersebut dalam rencana-rencana ekonominya, serta langkah-langkah teguhnya menuju pembangunan dan kemakmuran negeri.

Kondisi ini menjadi semakin luar biasa apabila terjadi di negara seperti Afghanistan, sebuah negara yang telah mengalami berbagai penderitaan selama beberapa dekade, serta menelan pahitnya beragam tantangan di kancah politik dan ekonomi. Tantangan-tantangan tersebut menjadi hambatan utama bagi aktivitas ekonomi dan pengendalian nilai barang serta kebutuhan pokok; sebuah tantangan yang sebenarnya hanya satu saja sudah cukup untuk menghancurkan harapan suatu bangsa. Bangkit dari reruntuhan perang, pendudukan, korupsi, ketidakstabilan keamanan, gejolak politik, lemahnya institusi ekonomi, serta mafia penyelundupan berbagai jenis, bukanlah hal yang mudah dicapai, bahkan bisa dibilang mustahil. Terlebih lagi, jika kebangkitan ini harus diiringi dengan berbagai tekanan, pembekuan aset, dan blokade menyeluruh, khususnya yang berkaitan dengan sektor perbankan dan perdagangan.

Negara-negara yang bangkit dari berbagai tantangan tersebut biasanya akan menghadapi penurunan nilai mata uang nasionalnya dan tingginya tingkat inflasi. Kenyataan ini memang terjadi pada tahun 2021, setelah runtuhnya pemerintah sebelumnya dan berkuasanya Imarah Islam. Nilai tukar Afghani pada hari-hari dan minggu-minggu pertama anjlok ke level terendah, di mana pernah pada beberapa waktu harga satu Dolar AS bahkan lebih dari 100 Afghani.

Kondisi ini memicu kekhawatiran serius di kalangan masyarakat dan para pengamat ekonomi. Banyak pihak yang memprediksi bahwa mata uang tersebut akan terus mengalami kejatuhan dengan cepat. Namun, pemerintah yang baru, bertolak belakang dari semua prediksi tersebut, seiring berjalannya waktu dan dengan memberlakukan kebijakan moneter serta fiskal yang baru, berhasil membalikkan keadaan yang berlaku dan mengubah standar yang ada. Mereka berhasil membuat mata uang Afghani menjadi stabil selama empat tahun terakhir, dan saat ini Dolar AS diperdagangkan di bawah angka 65 Afghani. Hal inilah yang menarik perhatian para pakar ekonomi, baik di dalam maupun di luar negeri.

Di saat negara-negara tetangga Afghanistan sedang mengalami fluktuasi tajam pada nilai tukar mata uang nasional mereka, bagaimana mungkin Afghanistan mampu mempertahankan nilai tukar mata uang nasionalnya (Afghani), khususnya dalam empat tahun terakhir, di hadapan Dolar AS dan mata uang-mata uang lainnya di kawasan tersebut?

Ini adalah pertanyaan yang mengemuka di kalangan ekonomi dan keuangan. Kita bahkan dapat melihat beberapa video di platform media sosial dari negara-negara tetangga itu sendiri, di mana para pakar ekonomi mereka mulai mendiskusikan langkah-langkah pemerintah baru Afghanistan dalam menstabilkan nilai tukar mata uang, serta memberikan pujian. Mereka mengatakan, "Pengalaman kebijakan moneter Bank Sentral Afghanistan dalam menjaga stabilitas nilai tukar dapat menjadi 'model yang baik' bagi negara-negara di kawasan ini." Padahal, negara-negara tersebut tidak memiliki kesamaan dengan Afghanistan, baik dari segi hambatan dan masalah eksternal seperti blokade dan pembekuan aset, maupun dari segi anugerah Ilahi dan cadangan sumber daya alam. Jadi, pertanyaannya adalah: bagaimana Imarah Islam mampu menstabilkan nilai tukar mata uangnya dalam empat tahun terakhir, meskipun dengan latar belakang masa lalu yang ada, sumber daya yang terbatas, serta adanya tekanan-tekanan eksternal?!

Para pakar ekonomi menilai bahwa stabilitas ini diraih karena beberapa sebab, di antaranya adalah:

– Mendorong penggunaan mata uang nasional dan melarang penggunaan mata uang asing: Seperti Rupee Pakistan dalam transaksi domestik; di mana mata uang Pakistan sangat luas beredar di berbagai penjuru negeri, khususnya di wilayah selatan dan timur. Namun hari ini, dengan kebijakan yang bijaksana, mata uang nasional telah menjadi satu-satunya alat tukar di seluruh penjuru negeri.

– Koordinasi yang baik antara kebijakan fiskal dan moneter: Sejak awal, pemerintah telah memangkas pengeluaran yang tidak perlu, mengatur dan memungut pajak dengan lebih baik, serta meningkatkan proyek-proyek infrastruktur dan pelayanan untuk menciptakan lapangan kerja dan mengendalikan defisit anggaran. Bank sentral juga berhasil mengurangi likuiditas yang beredar, membatasi pencetakan uang, dan mengelola pasar valuta asing, sehingga pemerintah mampu menekan inflasi dengan lebih baik dan menjaga stabilitas nilai mata uang nasional.

– Transparansi dalam pengumpulan pendapatan negara: Pemungutan pendapatan domestik dalam beberapa tahun terakhir telah menunjukkan pertumbuhan yang signifikan melalui penguatan penerapan hukum perpajakan, peningkatan tarif, dan perbaikan manajemen bea cukai. Sektor-sektor ini sebelumnya mengalami banyak masalah, di mana transparansi sepenuhnya absen dan tenggelam dalam korupsi yang merajalela pada masa itu.

– Pembatasan korupsi di institusi-institusi pemerintah: Imarah Islam telah mengambil langkah-langkah tegas untuk mengurangi dan memberantas korupsi administratif dan keuangan seperti suap, penyalahgunaan jabatan, penggelapan, serta menyelesaikan urusan, memberikan pelayanan, dan membuat kontrak dengan integritas dan transparansi. Korupsi telah jauh berkurang, dana publik kini digunakan dengan benar, dan kepercayaan terhadap institusi-institusi pemerintah semakin meningkat.

– Peningkatan ekspor dan pengurangan impor: Ketika sebuah negara mengekspor barang ke luar negeri, pembeli asing akan membayar harganya dengan mata uang negara pengekspor atau menukarkan mata uang mereka ke mata uang tersebut. Ini berarti permintaan terhadap mata uang nasional akan meningkat, dan semakin besar permintaan terhadap suatu mata uang, maka nilainya akan naik atau setidaknya menjadi stabil. Peningkatan ekspor ini tidak akan terwujud tanpa adanya perluasan hubungan dagang dengan negara-negara di kawasan dan dunia, yang mana hal ini telah berkontribusi dalam menjaga stabilitas nilai mata uang nasional dan memperbaiki pergerakan pertukaran perdagangan.

– Pengendalian jumlah uang yang beredar: Penstabilan nilai mata uang nasional sangat berkaitan dengan pengendalian jumlah uang beredar (jumlah mata uang yang beredar di pasar). Mata uang Afghani pada masa lalu dicetak dalam jumlah besar tanpa pengawasan dan secara tidak bertanggung jawab. Namun, Bank Sentral dalam empat tahun terakhir telah menyesuaikan jumlah uang yang beredar dengan skala aktivitas ekonomi, mengurangi dan mengendalikan jumlah uang beredar dengan tepat, serta tidak mencetak uang tanpa aturan. Hal ini meningkatkan kepercayaan terhadap mata uang lokal, mengurangi kecenderungan beralih ke mata uang asing, dan menjaga harga agar tetap lebih stabil sehingga mata uang tersebut mempertahankan nilainya. Kebijakan moneter yang hati-hati ini masih terus berlangsung untuk menjaga stabilitas nilai tukar.

– Pencegahan penyelundupan mata uang asing: Pencegahan penyelundupan mata uang asing akan menjaga cadangan kas dan mengurangi tekanan pada nilai tukar, yang pada gilirannya memperkuat stabilitas mata uang nasional. Salah satu masalah yang dahulu diderita negara ini pada masa pemerintahan sebelumnya adalah penyelundupan mata uang asing ke negara-negara tetangga. Hal ini berdampak negatif pada stabilitas nilai mata uang nasional, di mana mata uang asing (seperti Dolar) diselundupkan ke luar negeri, sehingga jumlah yang tersedia di pasar domestik menurun. Kekurangan cadangan ini melemahkan kemampuan Bank Sentral untuk melakukan intervensi demi mendukung mata uang nasional saat dibutuhkan. Selain itu, hal ini menyebabkan meningkatnya permintaan di dalam negeri sebelum uang tersebut dikeluarkan, yang berujung pada melonjaknya harga Dolar, dan pada akhirnya menurunkan nilai mata uang nasional.

Namun, Imarah Islam telah mencegah penyelundupan ini dengan sangat tegas dan memerangi fenomena ini secara ketat dengan menutup jalur-jalurnya, memblokir pintu-pintunya, serta mengelolanya dengan kebijakan yang bijaksana, sehingga mampu menjaga nilai tukar nasional. Berkat pengelolaan ini, ketika pengawasan diterapkan secara efektif dan keluarnya mata uang asing (seperti Dolar) melalui jalur ilegal dicegah, ketersediaan Dolar tetap relatif terjaga, sehingga nilai tukar menjadi stabil dan mata uang nasional tetap lebih kuat. Pasar merasakan adanya pengelolaan moneter yang kuat, yang kemudian meningkatkan kepercayaan terhadap mata uang nasional, sehingga nilainya menjadi kokoh dan stabil.

– Pembongkaran jaringan perantara yang mencurigakan antara Bank Sentral dan para penukang uang: Maksudnya, Imarah Islam telah memutus saluran-saluran tidak resmi yang berpotensi melakukan manipulasi dalam distribusi mata uang atau harganya. Pada masa itu [masa Republik], terdapat kolusi antara Bank Sentral dan para penukang uang, yang menyebabkan mata uang Afghani kehilangan stabilitasnya dengan cepat. Sebagai contoh, para perantara akan membeli mata uang dalam jumlah besar dari jendela Bank Sentral, lalu melepaskannya ke pasar dengan harga yang lebih tinggi untuk meraih keuntungan cepat. Dana yang digelontorkan oleh Bank Sentral, baik dalam bentuk mata uang asing maupun nasional dengan tujuan mencapai keseimbangan, tidak sampai langsung ke pasar. Keberadaan para perantara yang mencurigakan ini menghalangi tujuan tersebut, namun pembongkaran dan penghapusan mereka membuat keputusan Bank Sentral menjadi lebih efektif, melemahkan aktivitas pasar gelap, sehingga harga menjadi seragam dan stabilitas semakin meningkat.

– Pengurangan permintaan terhadap mata uang asing: Jika mata uang lokal memiliki nilai yang stabil, para pedagang dan masyarakat tidak akan terburu-buru menukarkan tabungan mereka ke Dolar atau mata uang lainnya. Penurunan permintaan terhadap mata uang asing ini secara langsung membantu menstabilkan nilai tukar.

Perlu dicatat bahwa penjelasan yang agak rinci mengenai topik ini tidak dimaksudkan untuk melebih-lebihkan, bermanuver, atau menceritakan peristiwa dengan cara yang dibagus-baguskan. Melainkan, ini adalah sebuah pencarian atas kebenaran, serta penyorotan terhadap hasil-hasil yang kita saksikan setiap hari dalam angka-angka dan laporan, tidak hanya di tingkat domestik, tetapi juga di tingkat internasional.

Banyak pihak di dalam maupun luar negeri yang telah memuji keputusan-keputusan Bank Sentral dalam empat tahun terakhir dalam wawancara mereka dengan saluran-saluran berita ternama. Mereka menegaskan bahwa Imarah Islam telah mencabut akar korupsi yang merajalela di institusi-institusi pemerintah, serta mengelola sumber daya domestik dengan lebih baik melalui koordinasi antara langkah-langkah mereka dan keputusan Bank Sentral. Dengan demikian, mereka telah mengembalikan stabilitas dalam bidang politik, administrasi, dan ekonomi, serta memulihkan daya beli masyarakat luas dengan menstabilkan harga barang dan kebutuhan pokok.

Salah satunya adalah laporan dari saluran "BBC Persia" yang membahas masalah ini secara panjang lebar dengan menghadirkan para pakar ekonomi, yang tayang pada 17 Januari 2026. Mereka memuji langkah-langkah Imarah Islam, meskipun mereka memiliki sikap yang kritis dan bermusuhan terhadapnya. Maka, benarlah pepatah yang mengatakan: "Keutamaan itu adalah apa yang diakui oleh musuh-musuhnya." Ini adalah kesaksian yang terbaik dan paling adil bahwa Imarah Islam telah berhasil dengan langkah-langkah mantap dan keputusan-keputusan tegasnya, dan bahwa hari ini mereka telah menjadi teladan yang sesungguhnya dalam pemerintahan Islam yang bijaksana.

Bagaimanapun juga, pentingnya stabilitas mata uang dan manfaatnya tidak dapat dipungkiri oleh siapa pun. Stabilitasnya akan menanamkan kepercayaan di kalangan investor, menarik modal asing, mendorong tabungan dan investasi domestik, menekan inflasi, serta melindungi daya beli masyarakat. Stabilitas ini juga memfasilitasi perdagangan internasional dan memungkinkan perusahaan serta individu untuk menyusun rencana investasi dan operasional jangka panjang dengan penuh keyakinan, serta mempermudah kegiatan impor dan ekspor, dan seterusnya.

Terakhir namun tidak kalah pentingnya, apa yang membuat kami gembira dan juga menggembirakan setiap pecinta tanah air adalah bahwa langkah-langkah Imarah Islam sejak mereka memegang kekuasaan telah mengalami pertumbuhan dan peningkatan di berbagai bidang, dan masih terus berlangsung hingga saat ini. Kami tidak melihat adanya kekurangan yang berarti dalam langkah-langkah mereka pada periode ini, dan masalah stabilitas mata uang ini hanyalah salah satu contohnya. Hal ini telah membuat masyarakat dari berbagai latar belakang menatap cakrawala yang cerah dan masa depan yang gemilang, serta berharap agar indikator-indikator ini terus berkembang dan membaik, sehingga mereka dapat melihat Afghanistan yang makmur dalam waktu yang tidak terlalu lama. Dan hal itu tidaklah sulit bagi Allah.

Majalah Al Somood Edisi 243

https://www.alsomood.af/%d9%85%d8%a7%d8%b0%d8%a7-%d9%88%d8%b1%d8%a7%d8%a1-%d8%ab%d8%a8%d8%a7%d8%aa-%d8%b9%d9%85%d9%84%d8%a9-%d8%a3%d9%81%d8%ba%d8%a7%d9%86%d8%b3%d8%aa%d8%a7%d9%86-%d8%a7%d9%84%d9%88%d8%b7%d9%86%d9%8a%d8%a9/

COMMENTS

Nama

Afghanistan,41,Aksi,1,Artikel,74,Buletin Kabar Dunia Islam,1,Data Kebiadaban Israel,5,Daulah Utsmaniyah,1,Doa,8,Dokumenter Perjuangan Palestina,13,Dukungan Untuk Palestina,10,Dukungan untuk Perjuangan Palestina,57,Duta Besar Palestina,5,Ebook,32,Fatwa Boikot,8,Film Dokumenter Palestina,11,Hamas,30,Ikhwanul Muslimin,10,Isi Buku,4,Israel,4,Isu Syiah,4,Kajian,15,Karya Ilmiah,7,Kecerdasan Tak Lazim,6,Kesaksian Musuh,1,Kisah Syuhada,3,Laporan Strategis Palestina,3,Lembaga Kemanusiaan,1,Markaz Al-Imam Al-Albani Yordania,2,Membongkar Hoaks,2,Menjawab Syubhat,4,Palestina-Diaspora,2,Palestina-Jalur Gaza,11,Palestina-Tepi Barat,3,Survei,4,Takfir,1,Thaliban,41,Tulisan Ustadz Budi Ashari,67,Ulama-Ustadz-Akademisi,116,Ustadz Budi Ashari,68,Video,66,Wawancara,5,
ltr
item
Ya-Aqsha Media: Apa Rahasia di Balik Stabilitas Mata Uang Afghanistan?!
Apa Rahasia di Balik Stabilitas Mata Uang Afghanistan?!
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi4Mc64iUxSpTN8D04jYzufLbLyTiD93dDw2VrfLbfBmyXB4_cRzVTrdNhyphenhyphenD4EWhk1tkWMcZwa252Jg7kCyFo39_VAsvoQrLg33r7wSd87yw2HVeWMDUbSpNkwRDYEo3PdjujIPvFktw1cQNawGTysbjQxRed953cdQJEdhtvexALneRC4tv0DIVuI31iAy/w640-h360/Apa%20Rahasia%20di%20Balik%20Stabilitas%20Mata%20Uang%20Afghanistan.png
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi4Mc64iUxSpTN8D04jYzufLbLyTiD93dDw2VrfLbfBmyXB4_cRzVTrdNhyphenhyphenD4EWhk1tkWMcZwa252Jg7kCyFo39_VAsvoQrLg33r7wSd87yw2HVeWMDUbSpNkwRDYEo3PdjujIPvFktw1cQNawGTysbjQxRed953cdQJEdhtvexALneRC4tv0DIVuI31iAy/s72-w640-c-h360/Apa%20Rahasia%20di%20Balik%20Stabilitas%20Mata%20Uang%20Afghanistan.png
Ya-Aqsha Media
https://ya-aqsha.blogspot.com/2026/07/apa-rahasia-di-balik-stabilitas-mata.html
https://ya-aqsha.blogspot.com/
https://ya-aqsha.blogspot.com/
https://ya-aqsha.blogspot.com/2026/07/apa-rahasia-di-balik-stabilitas-mata.html
true
1607972164486125252
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content