Tajikistan Meninjau Kembali Pandangannya terhadap Afghanistan

Apakah Tajikistan Sedang Mengatur Ulang Pendekatannya terhadap Imarah Islam? Oleh: Hikmatullah Zalwand Tajikistan pernah menjadi pendukung e...


Apakah Tajikistan Sedang Mengatur Ulang Pendekatannya terhadap Imarah Islam?

Oleh: Hikmatullah Zalwand

Tajikistan pernah menjadi pendukung eksternal utama bagi kelompok oposisi Taliban. Namun, pergeseran sikap terbaru mereka menandai sebuah perubahan yang jelas dan tegas dari peran tersebut.

Pekan ini, sebuah delegasi tingkat tinggi dari Tajikistan mengunjungi Kabul untuk pertama kalinya sejak Imarah Islam mengambil alih kekuasaan di Afghanistan, dan mengadakan serangkaian pertemuan dengan para pejabat tinggi pemerintah Imarah. Dalam pertemuan yang berlangsung pada 17 November dengan Menteri Luar Negeri Imarah Islam, Mawlawi Amir Khan Muttaqi, delegasi tersebut menegaskan komitmen Dushanbe untuk memperkuat hubungan dengan Kabul. Kunjungan ini berlangsung hanya beberapa minggu setelah Gubernur Provinsi Balkh, seorang tokoh terkemuka yang dekat dengan Pemimpin Tertinggi Imarah, berkunjung ke Tajikistan.

Interaksi-interaksi ini mengisyaratkan adanya pergeseran besar dalam pendekatan Tajikistan terhadap Imarah sejak Agustus 2021. Di antara negara-negara tetangga Afghanistan, khususnya negara-negara republik di Asia Tengah, Tajikistan adalah satu-satunya negara yang selama hampir empat tahun menghindari keterlibatan diplomatik dengan Imarah Islam. Setelah kembalinya Imarah ke tampuk kekuasaan, ketegangan sempat mendominasi pada awalnya, di mana kedua belah pihak saling melontarkan retorika yang tajam. Lantas, apa yang mendorong Tajikistan, yang sebelumnya menampung dan mendukung kelompok oposisi Imarah, untuk mengubah sikapnya secara radikal?

Tanda-tanda awal pelunakan sikap Tajikistan dimulai dengan penyerahan gedung konsulat Afghanistan di Khorog secara diam-diam kepada pemerintah baru (Imarah Islam) pada Maret 2023. Langkah ini diikuti oleh pembukaan kembali pasar perbatasan bersama di wilayah Khorog–Badakhshan pada September 2023 atas perintah langsung Presiden Tajikistan. Tak lama berselang, Kepala Badan Keamanan Nasional Tajikistan, Saimumin Yatimov, melakukan kunjungan tak terduga ke Kabul, yang kemudian diikuti dengan diterimanya seorang diplomat Imarah Islam di Dushanbe. Tajikistan juga tidak mengabaikan aspek kemanusiaan, dengan mengirimkan 3.000 ton bantuan ke wilayah-wilayah yang terdampak gempa di Provinsi Kunar. Secara keseluruhan, perkembangan-perkembangan ini menunjukkan tren peningkatan yang bertahap dalam keterlibatan Tajikistan selama dua tahun terakhir.

Tajikistan memilih untuk terlibat secara diplomatik dengan Imarah Islam karena beberapa alasan mendasar:

Pertama, setelah empat tahun mengamati perkembangan di negara tetangganya, Tajikistan terpaksa mengakui realitas yang ada di lapangan di Afghanistan. Selama periode ini, Imarah Islam telah menunjukkan kendali yang kokoh, dengan sedikit indikator yang menunjukkan bahwa kelompok oposisi mana pun mampu membentuk tantangan nyata terhadap otoritas mereka.

Selama hampir dua tahun, Afghanistan tidak mengalami insiden keamanan besar, sebuah fakta yang tidak luput dari pengamatan para pejabat Tajikistan. Stabilitas umum ini secara perlahan memberikan ketenangan bagi mereka. Sebagai contoh, pembukaan kembali pasar perbatasan bersama di Khorog–Badakhshan mencerminkan meningkatnya kepercayaan Dushanbe terhadap keamanan perbatasan dan ketangguhan tatanan baru yang terbentuk.

Kedua, keterlibatan dengan Kabul kini dipandang sebagai langkah praktis untuk mengurangi potensi ancaman keamanan yang ditimbulkan oleh kelompok ISIS-Khurasan. Kebangkitan kelompok ini telah menempatkan Tajikistan dan pemerintah Imarah Islam dalam satu front keamanan yang sama, terutama setelah Imarah Islam berhasil menekan secara signifikan keberadaan kelompok tersebut di Afghanistan selama dua tahun pertama pemerintahan mereka.

Ketiga, pergeseran geopolitik, khususnya pengakuan Rusia terhadap pemerintah Imarah Islam, merupakan bagian utama dari dinamika ini. Meskipun Tajikistan berupaya mendiversifikasi mitra internasionalnya, negara ini masih sangat terpengaruh oleh lingkup pengaruh Rusia karena berbagai alasan. Pangkalan militer Rusia ke-201 di Tajikistan, yang merupakan fasilitas militer Rusia terbesar di luar wilayah negaranya, tetap menjadi pilar utama dalam pilar keamanan Tajikistan. Selain itu, negara ini sangat bergantung pada Rusia baik secara militer maupun ekonomi. Ketika Rusia mulai menjalin keterlibatan resmi dan mengakui pemerintahan Imarah Islam pada Juli 2025, lanskap geopolitik pun berubah. Tajikistan tidak lagi bisa bersikap anomali atau menyendiri dari konsensus regional yang muncul di Asia Tengah mengenai perlunya pendekatan pragmatis terhadap Kabul.

Keempat, alasan penting lainnya adalah semakin mendalamnya keterlibatan negara-negara Asia Tengah dengan pemerintah Imarah Islam. Meskipun Tajikistan memiliki perbatasan yang lebih panjang dengan Afghanistan dibandingkan dengan Uzbekistan, selama ini mereka cenderung menyerahkan ruang ekonomi Afghanistan kepada Tashkent (Uzbekistan). Padahal, Tajikistan membutuhkan Afghanistan sebagai jalur transit untuk terhubung dengan Asia Selatan dan Barat. Selain itu, Afghanistan tetap menjadi pasar konsumen yang penting bagi produk-produk Tajikistan. Saat ini, Afghanistan mengimpor lebih banyak listrik dari Tajikistan dibandingkan negara lain mana pun, dan tetap menjadi pasar yang menjanjikan serta menguntungkan.

Kelima, Tajikistan membutuhkan keterlibatan praktis dengan Imarah Islam untuk mewujudkan agenda pembangunan regionalnya. Dushanbe tidak dapat melanjutkan sejumlah proyek strategisnya tanpa kerjasama dengan Kabul. Contoh paling menonjol adalah pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Rogun, yang memerlukan persetujuan resmi dari pemerintah Afghanistan saat ini. Menurut sumber-sumber di Kementerian Luar Negeri Afghanistan serta Bank Dunia, Tajikistan dan Afghanistan telah terlibat dalam diskusi awal mengenai proyek ini, dan mendapatkan persetujuan dari pemerintah Imarah Islam adalah syarat mutlak untuk melangkah lebih jauh.

Keenam, dan yang terakhir, menurunnya efektivitas dukungan terhadap oposisi Afghanistan turut mendorong proses kalibrasi ulang ini. Sikap Dushanbe yang sebelumnya menjauh dari Imarah Islam sebagian didorong oleh kedekatan historis mereka dengan etnis Tajik di Afghanistan serta dukungan panjang mereka terhadap kekuatan anti-Taliban. Pada tahun 1990-an, Tajikistan pernah menjadi pusat logistik utama bagi Aliansi Utara dalam konfrontasinya dengan Imarah Islam. Setelah apa yang disebut "Front Perlawanan Nasional" dikalahkan oleh Imarah Islam pada September 2021, beberapa pihak memperkirakan kelompok ini akan mencoba mengatur ulang kekuatan mereka dengan dukungan Tajikistan. Namun, hal itu tidak pernah terwujud.

Sebaliknya, Tajikistan justru perlahan-lahan menjauh dari kelompok oposisi. Hal ini dapat dikaitkan dengan dua faktor utama: adopsi pendekatan yang lebih fleksibel oleh kekuatan-kekuatan besar terhadap Imarah Islam, serta terus berlanjutnya fragmentasi dan perpecahan di antara lawan-lawan politik mereka akibat agenda yang saling bersaing dan tidak adanya kepemimpinan yang terpadu. Pertemuan-pertemuan sporadis mereka di luar negeri hanya semakin memperkuat kesan bahwa mereka tidak mampu bersatu atau mendapatkan dukungan yang substansial dari negara mana pun yang berpengaruh.

Sebagai kesimpulan, proses kalibrasi ulang Tajikistan terhadap Taliban mencerminkan pemahaman yang meningkat bahwa lanskap politik dan keamanan di Afghanistan telah berubah secara drastis.

Setelah empat tahun memantau perkembangan di seberang perbatasan, Dushanbe menyimpulkan bahwa cengkeraman Imarah Islam terhadap kekuasaan, kecil kemungkinannya akan menghadapi tantangan yang efektif. Selain itu, kerja sama dianggap penting untuk menangani kekhawatiran keamanan bersama seperti ancaman ISIS-Khurasan, dan dinamika regional, terutama pengakuan Rusia terhadap Imarah Islam, tidak lagi memberikan ruang yang besar untuk isolasi. Di saat yang sama, kebutuhan ekonomi Tajikistan, tujuan konektivitas regional, serta proyek-proyek pembangunan berskala besar mereka, termasuk Bendungan Rogun, semuanya menuntut adanya hubungan kerja yang fungsional dengan Kabul.

Dengan semakin terpecahnya oposisi Afghanistan dan kurangnya dukungan eksternal yang mereka miliki, mempertahankan jarak tidak lagi melayani kepentingan Tajikistan. Meskipun pendekatan baru ini masih bersifat hati-hati dan terbatas, pendekatan tersebut menandai pergeseran yang jelas menuju pragmatisme, yang didorong oleh kalkulasi keamanan, tekanan regional, dan pertimbangan geografis.

Majalah Al Somood Edisi 241

https://www.alsomood.af/%d9%87%d9%84-%d8%aa%d8%b9%d9%8a%d8%af-%d8%b7%d8%a7%d8%ac%d9%8a%d9%83%d8%b3%d8%aa%d8%a7%d9%86-%d9%85%d8%b9%d8%a7%d9%8a%d8%b1%d8%a9-%d9%86%d9%87%d8%ac%d9%87%d8%a7-%d8%aa%d8%ac%d8%a7%d9%87-%d8%a7%d9%84/

COMMENTS

Nama

Afghanistan,66,Aksi,1,Artikel,74,Buletin Kabar Dunia Islam,1,Data Kebiadaban Israel,5,Daulah Utsmaniyah,1,Doa,8,Dokumenter Perjuangan Palestina,13,Dukungan Untuk Palestina,10,Dukungan untuk Perjuangan Palestina,57,Duta Besar Palestina,5,Ebook,32,Fatwa Boikot,8,Film Dokumenter Palestina,12,Hamas,31,Ikhwanul Muslimin,10,Isi Buku,4,Israel,4,Isu Syiah,4,Kajian,15,Karya Ilmiah,7,Kecerdasan Tak Lazim,6,Kesaksian Musuh,1,Kisah Syuhada,3,Laporan Strategis Palestina,3,Lembaga Kemanusiaan,1,Markaz Al-Imam Al-Albani Yordania,2,Membongkar Hoaks,2,Menjawab Syubhat,4,Palestina-Diaspora,2,Palestina-Jalur Gaza,11,Palestina-Tepi Barat,3,Survei,4,Takfir,1,Thaliban,67,Tulisan Ustadz Budi Ashari,67,Ulama-Ustadz-Akademisi,117,Ustadz Budi Ashari,68,Video,67,Wawancara,5,
ltr
item
Ya-Aqsha Media: Tajikistan Meninjau Kembali Pandangannya terhadap Afghanistan
Tajikistan Meninjau Kembali Pandangannya terhadap Afghanistan
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgh1ItBFHMCKSH9NUSuzNS7ztHyzyb-mUps6sHRPBoMDuZeetd79j9Jxe54Zj7P2mO5k_8Tg_km8Nw2nh4N8b8BcwXKDHyFBzl_w5yYDF_kDQsR196UuKgIJ3dMOx8uPUXZYm7s-84OzzrakDn5TF3kTQutoIpi_JLSBk6Sp9cxkD7LKwScjOW9cymNiuuY/w640-h360/Tajikistan%20Meninjau%20Kembali%20Pandangannya%20terhadap%20Afghanistan.png
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgh1ItBFHMCKSH9NUSuzNS7ztHyzyb-mUps6sHRPBoMDuZeetd79j9Jxe54Zj7P2mO5k_8Tg_km8Nw2nh4N8b8BcwXKDHyFBzl_w5yYDF_kDQsR196UuKgIJ3dMOx8uPUXZYm7s-84OzzrakDn5TF3kTQutoIpi_JLSBk6Sp9cxkD7LKwScjOW9cymNiuuY/s72-w640-c-h360/Tajikistan%20Meninjau%20Kembali%20Pandangannya%20terhadap%20Afghanistan.png
Ya-Aqsha Media
https://ya-aqsha.blogspot.com/2025/08/tajikistan-meninjau-kembali.html
https://ya-aqsha.blogspot.com/
https://ya-aqsha.blogspot.com/
https://ya-aqsha.blogspot.com/2025/08/tajikistan-meninjau-kembali.html
true
1607972164486125252
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content