Berpalingnya Umat dari Musibah yang Menimpa Palestina - Syaikh Hussain bin Mahmud

Berpalingnya Hati dari Musibah yang Menimpa Palestina Oleh: Syaikh Hussain bin Mahmud (Pejuang Afghanistan) 12 Dzulqo'dah 1423 Hijriyah ...

Berpalingnya Hati dari Musibah yang Menimpa Palestina

Oleh: Syaikh Hussain bin Mahmud (Pejuang Afghanistan)

12 Dzulqo'dah 1423 Hijriyah

الحمد لله وحده ، والصلاة والسلام على من لا نبي بعده ، أما بعد …
Segala puji bagi Allah semata. Shalawat dan salam tercurah kepada Nabi yang tiada nabi setelahnya. Amma ba’du...

Palestina — Tanah para nabi, tempat Isra’ Rasulullah ﷺ... Dikepung oleh para sahabat besar, dan dibebaskan oleh pemilik keledai kurus, pakaian tambalan yang berlumuran tanah dan debu: Amirul Mukminin ‘Umar bin Khattab. Palestina bak pengantin selama berabad-abad, dihiasi oleh para khalifah Islam dengan keindahan, didatangi oleh tokoh dan rakyat biasa kaum Muslimin tanpa lelah demi memuliakan Baitul Maqdis. Hingga akhirnya direbut oleh kaum Nasrani saat panji jihad melemah dan zaman kehinaan melanda. Mereka menyembelih sekitar 70 ribu jiwa Muslim di depan Masjid Al-Aqsha, berhenti hanya karena lelah membunuh...

Palestina menjadi tawanan dan nestapa dalam penindasan salibis selama hampir 90 tahun. Hingga akhirnya Masjid Al-Aqsha mengadukan nasibnya dari balik tirani kepada sang pemimpin umat dan penghancur salib, dengan bait syair:

Wahai Raja yang meruntuhkan lambang salib,

Keluhanku sampai padamu dari Baitul Maqdis,

Semua masjid telah disucikan,

Sedangkan aku dalam kehinaan masih ternoda.

Sejak itu, tak tampak lagi senyum di wajah Sultan Shalahuddin hingga beliau membebaskan Masjid Al-Aqsha dan Palestina kembali menjadi bagian dunia Islam.

Kaum Yahudi pernah mencoba membeli tanah Palestina dari Khalifah Utsmani Abdul Hamid (bukan Sultan, sebagaimana klaim mereka), namun beliau –rahimahullah– menorehkan sejarah berupa penolakan yang tegas. 

Setelah itu, kehinaan menyebar, panji jahiliyah dan kekufuran diangkat, dan bangsa Arab kehilangan agama dan dunianya. Palestina kembali jatuh ke tangan salibis melalui konspirasi keji dari para penguasa Mesir, Suriah, Yordania, Irak, dan lainnya. Palestina diserahkan kepada Yahudi di atas nampan yang dibasahi darah rakyatnya, dan pengkhianat-pengkhianat itu menjadikan “Deklarasi Balfour” sebagai alasan atas kejahatan mereka. [Penulis pernah menulis artikel: “Wahai rakyat Irak: Beginilah Palestina Jatuh.”]

Lebih dari 50 tahun, Yahudi terus membunuh, menyiksa, dan mengusir penduduk bumi yang diberkahi, sementara umat Islam berpaling hati dan pikirannya dari permasalahan utama mereka, seolah-olah tragedi Palestina hanyalah dongeng atau imajinasi yang tak nyata.

Mengapa kaum Muslim tidak terpengaruh dengan tragedi di Palestina padahal setiap hari mereka melihat di televisi, surat kabar, dan majalah, gambar-gambar anak-anak, wanita, dan lansia yang dibantai? Rumah-rumah dihancurkan, kebun-kebun dibakar, dan Masjid Al-Aqsha dinodai, namun umat lalai dari kiblat pertama dan masjid ketiga Islam (bukan masjid haram ketiga, karena para ulama menegaskan bahwa Al-Aqsha bukanlah haram sebagaimana Makkah dan Madinah).

Setelah penelitian, pengamatan, pertanyaan, dan perenungan, penulis menyimpulkan sejumlah sebab yang mungkin menjelaskan sikap pasif umat terhadap isu paling vital ini. Kondisi ini mencerminkan kondisi mati rasa, hilangnya semangat, dan terkuburnya keberanian. Penulis pun menyampaikan beberapa solusi yang bisa membangkitkan kembali semangat dan menyentuh hati-hati yang masih hidup.

Penyebab utama berpalingnya hati umat terhadap tragedi Palestina:

1. Pengulangan Tragedi: Terlalu sering melihat darah dan potongan tubuh membuat manusia kebal terhadap penderitaan. Jiwa menjadi tumpul dan rasa ikut mati.

2. Terlena oleh dunia: Masyarakat sibuk dengan makanan, minuman, dan syahwatnya, bahkan lalai terhadap agamanya. Nabi ﷺ bersabda: “Jika manusia pelit terhadap dinar dan dirham, dan sibuk berdagang ('inah), serta meninggalkan jihad di jalan Allah, maka Allah akan timpakan kehinaan pada mereka, dan tidak akan diangkat hingga mereka kembali kepada agama mereka.” (HR. Abu Dawud, hasan). Siapa yang tidak menjadikan Islam sebagai prioritas, hatinya takkan terbakar oleh penderitaan saudaranya.

3. Lemahnya iman dan ukhuwah: Ikatan iman lebih kuat dari semua ikatan. Nabi ﷺ bersabda: “Perumpamaan orang beriman saling mencintai, mengasihi, dan menyayangi bagaikan satu tubuh. Jika satu anggota sakit, seluruh tubuh turut merasakan sakit (demam) dan tidak bisa tidur.” (Muttafaqun ‘alaih). Bila iman melemah, tubuh umat terpecah.

4. Pengalihan isu oleh penguasa: Negara-negara Arab mengadakan acara bertema Palestina yang justru sarat dengan maksiat: musik, tarian, campur baur laki-laki dan perempuan. Alih-alih membangkitkan kesadaran, malah membunuh semangat.

5. Penyerahan isu pada para penjual darah: Seperti saat Arafat diangkat untuk menghentikan jihad di Palestina. Pengakuan terhadapnya justru memperlemah umat, sebab jika mereka memeranginya, fokus mereka teralihkan dari Yahudi, dan jika mengikutinya, mereka dipermainkan.

6. Abainya para pengungsi Palestina: Banyak warga Palestina di luar negeri yang tidak peduli pada isu Palestina, sehingga orang-orang pun bertanya: Jika mereka tak peduli, kenapa kita harus peduli?

7. Menggantungkan harapan pada lembaga internasional: Padahal lembaga-lembaga itu dikendalikan oleh kaum kafir. Mereka tidak pernah dan tidak akan menyelesaikan satu pun masalah umat Islam. Contoh: kegagalan Konferensi Jenewa untuk Afghanistan.

8. Media mengacaukan persepsi: Media Arab justru mewawancarai artis, penyanyi, dan aktor untuk membahas isu Palestina, menciptakan pandangan negatif dalam hati umat terhadap Palestina dan Masjid Al-Aqsha.

9. Umat Islam dibodohi/dipermainkan oleh politik orang kafir: Setiap kali negara kafir seperti Amerika, Prancis, atau Inggris mengecam Israel, umat Islam tergesa-gesa berharap belas kasihan dari mereka, padahal mereka telah ditipu ribuan kali.

Bagaimana membangkitkan kembali isu Palestina?

1. Menyebarkan kembali pemahaman aqidah seperti wala' wal bara', jihad, persatuan umat, dan janji Allah bagi penolong agama-Nya.

2. Meningkatkan serangan jihad terhadap musuh kafir, agar umat kembali bersemangat.

3. Mendidik anak-anak dengan aqidah yang murni, jauh dari paham “moderat” yang merusak prinsip Islam demi mendekat kepada kafir.

4. Keterlibatan pihak non-Palestina (terutama non-Arab) dalam jihad akan membangkitkan solidaritas baru.

5. Memisahkan panji Islam dari panji nasionalisme dan demokrasi, agar umat tahu kepada siapa loyalitas diarahkan.

6. Mengumpulkan dana dan perlengkapan untuk para mujahidin, baik diam-diam maupun terang-terangan.

7. Rakyat Palestina (yang Muslim) harus sadar bahwa umat menanti mereka, dan mereka harus bertanggung jawab di hadapan Allah.

8. Jangan menaruh harapan pada para penguasa. Sebagaimana terekam ucapan seorang penguasa Teluk saat Perang Teluk: “Apa urusan kita dengan Palestina?”

9. Para ulama sejati harus bangkit dan memimpin umat, menyuarakan kebenaran dengan jihad lisan mereka.

10. Harus diyakini bahwa Palestina tidak akan terbebas melalui perjanjian, konferensi, atau politik internasional, tetapi hanya dengan iman dan jihad (yaitu perang).

11. Dan yang paling utama: kembali kepada Allah, bertawakal, dan berjuang demi agama-Nya dengan ikhlas.

Penutup

Palestina adalah amanah di pundak setiap Muslim, dari Tiongkok hingga Amerika, dari Brasil sampai Australia. Jihad di Palestina bukan baru wajib sejak 1948, tapi sudah menjadi fardhu ‘ain sejak tanah suci itu dijajah Inggris. Namun para munafik dan penguasa pengkhianat menyembunyikan fakta ini demi kesetiaan kepada tuan-tuan salibis mereka. Tapi Allah akan menyingkapkan kebenaran dan membongkar kedok mereka.

Ya Allah, angkatlah panji jihad, hancurkan musuh-musuh-Mu dari kalangan kafir yang zhalim, turunkanlah azab-Mu kepada mereka, dan perlihatkan kepada kami keajaiban kuasa-Mu atas mereka. Wahai Dzat Yang Maha Kuat dan Perkasa...

Sumber: https://saaid.org/mktarat/flasteen/45.htm

COMMENTS

Nama

Afghanistan,23,Aksi,1,Artikel,73,Buletin Kabar Dunia Islam,1,Data Kebiadaban Israel,5,Daulah Utsmaniyah,1,Doa,8,Dokumenter Perjuangan Palestina,13,Dukungan Untuk Palestina,12,Dukungan untuk Perjuangan Palestina,55,Duta Besar Palestina,3,Ebook,32,Fatwa Boikot,8,Film Dokumenter Palestina,11,Hamas,26,Ikhwanul Muslimin,7,Isi Buku,4,Israel,4,Isu Syiah,4,Kajian,15,Karya Ilmiah,7,Kecerdasan Tak Lazim,5,Kesaksian Musuh,1,Kisah Syuhada,2,Laporan Strategis Palestina,3,Lembaga Kemanusiaan,1,Markaz Al-Imam Al-Albani Yordania,2,Membongkar Hoaks,2,Menjawab Syubhat,4,Palestina-Diaspora,2,Palestina-Jalur Gaza,11,Palestina-Tepi Barat,3,Survei,4,Thaliban,23,Tulisan Ustadz Budi Ashari,67,Ulama-Ustadz-Akademisi,112,Ustadz Budi Ashari,68,Video,64,Wawancara,3,
ltr
item
Ya-Aqsha Media: Berpalingnya Umat dari Musibah yang Menimpa Palestina - Syaikh Hussain bin Mahmud
Berpalingnya Umat dari Musibah yang Menimpa Palestina - Syaikh Hussain bin Mahmud
Ya-Aqsha Media
https://ya-aqsha.blogspot.com/2025/07/berpalingnya-umat-dari-musibah-yang.html
https://ya-aqsha.blogspot.com/
https://ya-aqsha.blogspot.com/
https://ya-aqsha.blogspot.com/2025/07/berpalingnya-umat-dari-musibah-yang.html
true
1607972164486125252
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content